Friday, March 17, 2017

Cara dan Arti Menentukan Pilihan dengan Benar. Penting Sekali, Karena Mempengaruhi Seluruh Hidup Kita!



Bimbang dan bingung sangat akrab kita alami, dan sering kita anggap sebagai penghambat setiap kegiatan kita.

Bahkan, kebanyakan orang terlalu bingung memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Mereka terus berspekulasi, tapi tidak disertai tindakan nyata.

Sebut saja, orang tua yang memikirkan dimana dan biaya kuliah sang anak, padahal usia sang anak masih sangat bocah, 5 tahun.

Padahal, keberhasilan tidak selalu dapat dicapai dengan kuliah. Banyak sekali kasus, dimana cukup banyak sarjana sarjana yang menjadi pengangguran atau tidak langsung bekerja setelah kuliah.

Mereka masih bergantung pada orang tuanya, selama 1 sampai 2 tahun kemudian.

Saat giliran mereka mempraktekkan keahlian mereka dalam dunia kerja, pikiran mereka sudah tidak fresh dan seproduktif dulu. Pengetahuan yang ia peroleh saat kuliah, bisa jadi tidak utuh dan sudah banyak yang terlupakan.

Jadi pekerjaan mereka tidak maksimal.

Kuliah, pendidikan, dan pekerjaan tidak selalu menjamin keberhasilan secara fisik maupun psikis.

Semua kekuatan bersumber dari moral dan pola pikir kita. Keberhasilan secara fisik, seperti kekayaan, jika tidak diimbangi oleh kondisi moral dan pikiran yang baik, tidak menjamin kebahagiaan dan keberhasilan yang bertahan lama.

Sebut saja, Adolf Hitler. Pengaruhnya sangat besar, sehingga Nazi yang dipimpinnnya, hampir menguasai seluruh Eropa. Ia dibanggakan dan dipercaya rakyatnya, bahwa ia akan membetuk pemerintahan abadi yang tak lekang waktu.

Ending semua cerita membanggakan itu?

Ia bunuh diri saat pemerintahannya baru berjalan
Selama, 12 tahun!

Nazi akhirnya dapat runtuh, setelah dipimpin diktator yang kejam, biang terjadinya perang dunia 2 dan tewasnya, lebih dari 62 juta jiwa.

Pelajarannya?

Semua dimulai dari hal sederhana. Hal yang muluk muluk tidak menjamin kebahagiaan. Seringkali, malah mengasilkan akhir yang tragis.

Jadi, orang tua sebaiknya berupaya membangun moral dan pendirian anaknya terlebih dahulu. Jika hal hal dan pikiran yang baik sudah tertanam dalam diri si anak, niscaya ia dapat menentukan jalan hidup yang benar.

Tidak usah menjadi pengusaha, dokter, manajer, atau profesi bergengsi lainnya. Yang penting, kita masih bahagia dan punya harga diri.

Kita perlulu ingat, kebimbangan sering kita alami saat mengambil keputusan. Bisa jadi, kedua duanya memiliki kelebihan dan kelemahan, yang dipunyai dan tidak dipunyai satu sama lain.

Jadi, agar dapat menentukan pilihan yang baik, kita perlu melakukan beberapa hal.

Intropeksi diri, memikirkannya matang matang, dan melihat atau memperkirakan manfaat dan pengaruhnya bagi kita, di masa depan.

Kenapa?

Kebanyakan pilihan yang kita buat, akan menentukan nasib kita di masa depan, dan bisa dibilang menimbulkan efek domino.

Bahkan, pilihan kita dapat mempengaruhi kejiwaan kita, kondisi fisik dan ekonomi, serta jalan hidup kita. Tidak hanya untuk diri sendiri, efeknya juga berdampak pada orang terdekat kita.

Sebut saja, situasi dimana kita akan memilih bidang jurusan pekerjaan atau sekolah. Ini akan mempengaruhi seluruh kondisi ekonomi kita, maupun orang yang kita hidupi.

Makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kondisi interaksi kita akan terpengaruh, baik dalam skala besar maupun kecil.

Oleh karena itu, sebuah keputusan harus kita buat secara matang. Tidak hanya untuk mengikuti trend dan ikut ikutan keputusan banyak orang. Kita juga haris melihat dampaknya kedepan.

Dampak bagi kondisi seluruh kehidupan kita, di berbagai bidang. Ini harus kita sesuaikan dengan sudut pandang kita, pola pikir kita, kepercayaan kita, kesempatan kita, dan pengetahuan kita akan sebuah keputusan dan dampaknya

Sama halnya saat kita memilih tempat tinggal.

Kita harus mempertimbangkan, dimana tempat yang aman, nyaman, dan cocok untuk kita tinggal?
Seperti apa iklim dan musimnya?
Seperti apa kondisi geografisnya?
Seperti apa kondisi ekonomi dan politiknya?
Apakah kota itu aman untuk ditinggali?
Apakah kondisi sosial, keagamaan, politik, dan ekonominya sedang bergejolak?
Apakah terjadi konflik yang berkepanjangan dan berbahaya, serta seberapa lama kira kira konflik itu akan beakhir?
Apakah banyak terjadi demo dan terorisme?

Heuhhhhhhh........

Dan ratusan pertimbangan lainnya.

Anda juga dapat search di Google tentang pilihan tempat tinggal, penginapan, maupun jurusan sekolah dan pekerjaan.

Yang penting, jangan hanya mengikuti trend.

Kebanyakan anak muda hanya ikut ikutan, karena mendengar banyak pengalaman sukses dari orang orang yang mmilih pilihan tersebut.

Jadi mereka terus memaksakan, meskipun tak sesuai dengan bakat, kesempatan, dan kemampuan kita.

Bisa jadi mereka yang memaksakan, ataupun orang lain yang memaksakan.

Mereka juga bisa saja mendapat tekanan dari teman atau rekan sekerjanya. Mereka dipaksa dan dibujuk untuk mengikuti trend yang kelihatan menjanjikan.

Jika kita hanya mengikuti apa yang umum, pola pikir kita tidak akan bertambah luas. Diri kita juga tak akan berkembang secara optimal.

 Kita tidak akan punya rasa percaya diri, dan tidak berani mencoba hal hal baru. Kita tidak punya rasa optimis dalam menjalani kehidupan.

Kita akan mudah diombang ambingkan keadaan serta orang lain. Kita juga tidak dapat hidup mandiri, dan selalu bergantung pada kemampuan orang lain.

Dampaknya buruk bukan?

Semua yang dipilih banyak orang, tidak selalu memberikan dampak baik bagi kehidupan kita.

Memang, awalnya mungkin anda kelihatan akan berhasil dan mengira bahwa inilah jalan hidup terbaik.

Namun, saat ada ditengah jalan, badai masalah yang besar bisa jadi menerjang anda.

Yang lebih parah, jika mental anda tidak terbangun dan tidak kuat menahan masalah. Semua usaha dan modal yang anda keluarkan, akan sia sia karena anda mungkin terlalu cepat putus asa, dan tidak berani bangkit dari keterpurukan.

Jika itu terjadi, masalah anda akan bertambah besar, karena ditambah pikiran anda yang selalu negatif.

Jadi disini, saya tidak menentukan patokan keberhasilan yang abadi, karena keputusan yang salahpun, bisa dilewati dan diatasi ditangan orang yang pantang menyerah dan selalu berpikir positif.

Tapi, saya berupaya menghindarkan anda dari peristiwa atau kejadian apapun yang tidak anda inginkan. Akankah menguntungkan, jika kita berhasil tanpa mengalami suatu keterpurukan dan kesusahan yang besar terlebih dahulu.

Tetapi, ini juga harus anda kembangkan. Mengapa?

Orang yang berhasil, bisa saja menjadi sombong serta terlena, dan akhirnya terjerumus kedalam sebuah masalah. Akhirnya juga mengalami kegagalan. 

Bukan dikatakan kecil kecil menjadi gunung, tapi gunung yang menjadi kecil.

"Senjata makan tuan"

Sebaliknya, orang yang mengalami kegagalan, bisa lebih maju dan berhasil, jika ia memiliki semangat pantang menyerah, dan cepat bangkit dari keterpurukan.

Jadi, ini harus terus anda pertahankan. Jadikanlah diri kita itu disiplin dan punya pendirian.

Tak ada patokan abadi.....

Oke, masuk ke intinya :

Cara menentukan keputusan yang baik dan benar, adalah memikirkannya matang matang.

 Hal ini mencakup intropeksi diri, melihat kemungkinan yang ada di masa depan, dan penyesuaian.

1. Intropeksi Diri

Dalam membuat keputusan, kemampuan diri kitalah yang dapat mewujudkannya. Hal diluar kemampuan kita, tak mungkin dapat kita gapai. Kalau bisa sekalipun, membutuhkan usaha yang besar, dan dalam jangka waktu yang lama.

Maka dari itu, jika kita ingin menggapai sesuatu di luar kemampuan kita, kita harus meningkatkan kemampuan diri kita terlebih dulu, baik secara fisik mupun psikis.

Disini kita tak membahasnya, kita hanya membahas keputusan yang dapat kita ambil dengan kemampuan kita, apa adanya.

Sewaktu akan mengambil keputusan, pertimbangkan kemampuan maksimal yang anda dapat anda keluarkan.

Misalkan kita ingin memilih jurusan sekolah.

Kita bisa memikirkan, apakah jurusan tersebut sesuai dengan bakat yang kita tekuni?
Jika berbeda, apakah susah dan butuh waktu lama untuk mempelajarinya?
Seberapa besar perbedaan bakat kita dengan jurusan yang kita pilih?
Apakah kita bisa mengejar ketertinggalan?

Sesuaikan dengan kemampuan maksimal anda, di segi bakat dan intelektual.

Itu perkiraan dari segi kemampuan intelektual.

Berbagai segi lainnya juga harus dipertimbangkan.

Berapa biaya yang kita keluarkan?
Apakah jurusan ini akan kita gunakan dalam dunia kerja?
Adakah kemungkinan kita bekerja di bidang tersebut?
Apa saja yang dbutuhkan dalam bidang tersebut?

Dan........ lain lain.

Jika ternyata ada kemungkinan, kita harus mempetimbangkan 1 hal lagi :

2. Melihat kemungkinan di masa depan

Ini disamakan seperti nahkoda kapal, yang melihat jauh kedepan. Ia bisa melihatnya langsung ataupun memggunakan teropong. Ini dilakukan untuk melihat bahaya, jauh didepan kapal. Dengan begitu, ia dapat bersiap siap dan menghindarinya.

Begitu juga kita. Kita harus melihat kemungkinan di masa depan, daripada hanya melihat kenikmatan sementara. Kenikmatan sekarang dapat menipu.

Kita bisa menggunakan kemampuan berpikir kita sendiri, meminta bantuan orang lain,  ataupun cari cari di sumber sumber refrensi.

Dengan begitu kita dapat menghindari hal yang tak diinginkan.

Kita bisa mengira ngira hal hal dan kemungkinan apa yang akan terjadi, saat kita memilih sebuah keputusan.

Misalnya saya adalah seorang blogger.

Saya harus mempertimbangkan, bisakah saya menjaga rutinitas sebagai blogger?
Apakah usaha saya tak akan putus di tengah jalan?
Bisakah saya membuat artikel bekualitas?
Apakah semua hal pendukung tersedia?

Dll.....

Pertanyaan ini, dapat kita ajukan pada diri sendiri saat kita ingin memilih berbagai keputusan; tidak hanya saat kita ingin menjadi blogger.

Hal ini sangat penting. Ini karena, jika usaha yang telah kita bangun dengan susah payah kandas di tengah jalan, usaha kita pun menjadi sia sia dan tak menghasilkan sesuatu yang berarti.

"Keluar modal, gak dapat untung"

 Kita harus menghitung untung ruginya, manfaatnya bagi kita dan orang lain, dan adakah kemungkinan anda akan berhasil dalam dan dengan pilihan anda tersebut?


Jangan terlalu terburu buru, karena beberapa pilihan anda akan mendatangkan efek yang besar dalam hidup anda. Kebanyakan akan menentukan seluruh jalan hidup anda.

3. Penyesuaian, Pengecekan, dan Perbandingan

Penyesuaian adalah langkah terakhir, yang tidak boleh diabaikan.

Sebelum mengambil keputusan, kita perlu mengecek, membandingkan, dan menyesuaikan keputusan tersebut dengan pengetahuan dan kondisi yang ada.

Kita bisa menyesuaikan segala kondisi  yang ada   di berbagai bidang, dan berhubungan dengan suatu keputusan.

Kita bisa mengetahui berbagai kondisi tersebut lewat banyak sumber refrensi, internet, serta berita lewat radio dan televisi.

Konflik atau permasalahan yang ada, kondisi ekonomi, kualitas, dan semua petimbangan yang berhubungan dengan suatu keputusan, dan dihubungkan dengan keadaan yang ada.



OKE....
SEKIAN, DAN TERIMA KASIH.....
SEMOGA ARTIKEL INI BERGUNA BAGI HIDUP ANDA......

Silahkan berkomentar, jika ada yang kurang dari artikel ini, ataupun jika ada yang anda tidak mengerti........

Lihat juga, untuk informasi yang lebih lengkap tentang pengembangan diri :

 #Semangat
 #Berpikir positif
 #Pengembangan diri lewat potensi




foxyform

No comments:

Post a Comment